Konten dan newsroom
Menulis artikel untuk website dan menerbitkannya ke channel, dengan persetujuan Anda di setiap penerbitan.
Situasi
Konten rutin kalah oleh pekerjaan yang lebih mendesak. Artikel tertunda, channel sepi, dan website berhenti bertumbuh, padahal dari sanalah calon pelanggan menemukan Anda.
Menulis artikel
Eline, buatkan artikel tentang tren yang lagi ramai minggu ini,
tunjukkan draftnya duluEline meneliti dari sumber publik, menyusun draf beserta gambar pendukung yang lisensinya mengizinkan, lalu menunjukkannya kepada Anda. Ia mencatat sumber tiap fakta dan memisahkan analisisnya dari fakta itu.
Menerbitkan selalu menunggu instruksi Anda pada percakapan itu:
Sudah pas, terbitkanMerapikan yang sudah ada
artikel apa saja yang ada di website kita?Eline, hapus artikel percobaan yang slug-nya <nama-artikel>Sebelum menghapus, Eline menampilkan artikel yang akan hilang dan menyimpan cadangannya, lalu memeriksa ulang hasilnya. Anda masih bisa mengembalikannya.
Menerbitkan ke channel
channel apa saja yang kamu kelola?Eline memeriksa koneksinya lebih dulu, lalu menyebut nama channel yang ia baca dari sana. Setelah itu:
Eline, terbitkan ringkasan artikel tadi ke channelEline mengirim satu konten yang sama ke channel yang terhubung, menyesuaikan bentuknya per platform. Kiriman yang sudah pernah berangkat ia catat, jadi konten yang sama tidak terbit dua kali.
Konten rutin
Eline, setiap pagi jam 8 kirim satu pesan penyemangat ke channel,
buat bervariasi supaya tidak monotonJadwalnya berjalan sendiri, dan Anda bisa menanyakan hasilnya sewaktu-waktu.
Yang perlu Anda siapkan
- Gaya bicara brand dan hal yang tidak boleh diklaim
- Channel yang aktif beserta aksesnya
- Siapa yang menyetujui penerbitan publik
Yang berubah
Konten berjalan meski minggu Anda padat, terbitannya konsisten, dan Anda tetap memegang keputusan terakhir sebelum apa pun tampil di publik.
