Eline TivaPusat Bantuan

Mencatat pesanan

Bagaimana sebuah pesanan lahir, apa isinya, dan kenapa Anda tidak pernah perlu mengetik nomor pesanan.

Saat pelanggan memesan, Eline sudah mengumpulkan yang diperlukan sambil mengobrol: barangnya apa, berapa banyak, dikirim ke mana, bayarnya bagaimana. Anda tinggal mengiyakan.

Eline, catat pesanan Silvano tadi ya

Pesanan itu kemudian punya nomor, misalnya TOR-20260801-001, dan menyimpan:

  • nama pelanggan dan percakapannya
  • rincian barang beserta harga satuan
  • total
  • alamat pengiriman
  • cara bayar
  • keadaannya sekarang

Rincian inilah yang berfungsi sebagai invoice. Pelanggan bisa menanyakannya kapan saja dan Eline membacakannya dari catatan — bukan dari ingatan.

Anda tidak perlu menyebut nomornya

Nomor pesanan itu benar, tapi menyiksa untuk diketik di ponsel. Eline memegang daftar pesanan yang masih berjalan setiap kali Anda menulis di grup, jadi ia yang mencocokkan sendiri.

Semua kalimat ini bekerja:

pesanan Silvano sudah masuk dananya
yang 5kg tadi sudah dikirim
(balas kartu percakapannya) sudah lunas ya

Kalau ada dua pesanan yang sama-sama cocok, Eline tidak menebak. Ia menyebutkan keduanya dan menunggu Anda memilih:

"Silvano" cocok ke 2 pesanan — yang mana:
TOR-20260801-001 (Silvano, menunggu bayar)
TOR-20260801-003 (Silvano Kedua, menunggu bayar)

Menandai pesanan yang salah sebagai lunas jauh lebih merugikan daripada satu pertanyaan tambahan.

Urutannya dijaga

Sebuah pesanan tidak bisa langsung dinyatakan "dikirim" kalau belum lunas. Kalau Anda meminta itu, Eline menolak dan menyebutkan keadaan yang sebenarnya bisa dituju dari sana. Ini bukan kerewelan — ini yang mencegah barang berangkat sebelum dibayar.

Kalau pesanan batal

Eline, pesanan Lola batal ya, pelanggannya berubah pikiran

Alasannya ikut tercatat, sehingga saat Anda melihat laporan nanti, "batal" tidak menjadi angka tanpa cerita.

Di halaman ini