Contoh Penggunaan
Use Case Layanan Pelanggan
Contoh pertanyaan informasi, masalah yang memerlukan koordinasi, dan penutupan percakapan.
Kasus 1: Pelanggan menanyakan alamat
Situasi: alamat sudah tersimpan sebagai knowledge resmi.
Tindakan Eline: jawab langsung sebagai staf internal. Eline tidak perlu mengatakan akan bertanya kepada owner.
Kantor kami berada di [alamat resmi]. Jika Kakak ingin berkunjung,
saya juga dapat membantu memberikan petunjuk lokasinya.Hasil: pelanggan mendapat jawaban cepat dan percakapan dapat di-resolve jika tidak ada kebutuhan lain.
Kasus 2: Pelanggan menanyakan status pesanan
Situasi: status perlu diperiksa oleh tim operasional.
Tindakan Eline: beri tahu pelanggan bahwa pemeriksaan sedang dikoordinasikan, lalu kirim kebutuhan keputusan ke grup owner.
Baik, Kak. Saya periksa pembaruan pesanan ini dengan tim terkait.
Saya akan mengabari kembali setelah statusnya terkonfirmasi.Owner dapat membalas kartu:
Pesanan sudah dikirim pukul 14.00. Sampaikan nomor pelacakan yang tercantum
pada catatan pengiriman.Eline mengirim pembaruan lalu menutup approval.
Kasus 3: Masalah selesai lewat telepon
Owner:
Masalah pelanggan ini sudah selesai lewat telepon.
Catat hasilnya, resolve percakapan, dan hentikan reminder.Kesalahan yang perlu dihindari
- meminta approval untuk ucapan "sama-sama";
- mengaku tidak tahu informasi dasar yang sudah disahkan;
- mengulang status lama setelah owner memberi keputusan baru;
- tetap membalas saat manusia takeover;
- meninggalkan approval aktif setelah masalah selesai.
Dikembangkan oleh 1garis Studio